<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MEDIA BIDAN</title>
	<atom:link href="http://mediabidan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mediabidan.com</link>
	<description>Sahabat Perempuan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Feb 2012 00:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Membangun Daya Saing Dalam Pendidikan Bidan</title>
		<link>http://mediabidan.com/membangun-daya-saing-dalam-pendidikan-bidan/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/membangun-daya-saing-dalam-pendidikan-bidan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 00:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[akbid]]></category>
		<category><![CDATA[bidan]]></category>
		<category><![CDATA[bidan ely]]></category>
		<category><![CDATA[stikes yarsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[Pesatnya perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21. Siap atau tidak siap hal itu merupakan satu realitas yang harus dihadapi dengan kualitas sumber daya... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/membangun-daya-saing-dalam-pendidikan-bidan/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/wisuda-bidan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-947" title="wisuda-bidan" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/wisuda-bidan.jpg" alt="" width="469" height="250" /></a></p>
<p>Pesatnya perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21. Siap atau tidak siap hal itu merupakan satu realitas yang harus dihadapi dengan kualitas sumber daya manusia dengan daya saing unggul. Oleh sebab itu, menghadapi berbagai perubahan di era globalisasi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas keberdayaan yang lebih efektif agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang timbul.<span id="more-946"></span></p>
<p>Pada tatanan global seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada tantangan yang bersumber dari perkembangan global sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Robert B Tucker (2001) mengidentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu 1.) kecepatan (<em>speed</em>), 2.) kenyamanan (<em>convinience</em>), 3.) gelombang generasi (<em>age wave</em>), 4.) pilihan (<em>choice</em>), 5.) ragam gaya hidup (<em>life style</em>) 6.) kompetisi harga (<em>discounting</em>), 7.) pertambahan nilai (<em>value added</em>) 8.) pelayanan pelanggan (<em>customer service</em>), 9.) teknologi sebagai andalan (<em>techno age</em>), 10.) jaminan mutu (<em>quality control</em>).</p>
<p>Sepuluh tantangan global ini tidak hanya dihadapi oleh beberapa perguruan tinggi saja, melainkan dihadapi oleh seluruh perguruan tinggi, baik di skala regional, nasional bahkan internasional, tidak terkecuali dengan pendidikan kebidanan.</p>
<p>Pada kurun waktu 5- 10 tahun kedepan apabila pendidikan bidan tidak segera merespon dengan bijaksana dan memadai maka eksistensi pendidikan bidan akan hilang dimasyarakat, bahkan secara perlahan akan kehilangan peran. Tentunya kita berharap semua ramalan itu tidak akan terjadi pada pendidikan bidan saat ini.</p>
<p>Fakta menunjukkan bahwa problematika dari pendidikan bidan saat ini adalah mutu/ kualitas dari pendidikan bidan. Kondisi ini dibuktikan masih banyaknya pendidikan bidan yang memperoleh akreditasi B dan C  di Badan Akreditasi Nasional yang merupakan satu- satunya badan akreditasi perguruan tinggi di Indonesia.</p>
<p>Kita tidak boleh menutup mata bahwa persaingan lulusan dari pendidikan bidan nantinya semakin ketat yang disebabkan oleh kebijaksanaan pasar terbuka, yang menuntut lulusan kita mempunyai kompetensi yang sesuai dengan pihak stakeholder, memiliki sertifikasi nasional, dan profesonalisme. Kondisi ini tidak boleh mematahkan semangat kita para pendidik bidan, tetapi semakin memberikan  suplemen vitamin semangat kita untuk terus meningkatkan kualitas kita sebagai ujung tombak pencetak generasi bidan.</p>
<p>Sisi positif dari kebijaksanaan pasar terbuka ini adalah sebagai reminder kita bahwa lulusan bidan nantinya akan  mempunyai peluang besar untuk memasuki dunia internasional. Menaggapi hal ini , kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik bidan adalah kemampuan beradaptasi dan menyesuaikan terhadap peluang- peluang yang ada serta kemampuan mengembangkan dan mengadopsi sistim dan metode pembelajaran yang baru termasuk pendidikan tentang soft skill. Sudah siapkah kita ???</p>
<p>Mempunyai daya saing adalah salah satu aspek untuk menjawab tantangan globalisasi perguruan tinggi. Namun menciptakan pendidikan yang mempunyai daya saing bukanlah pekerjaan yang relatif mudah.   Langkah ini membutuhkan sebuah proses dan beberapa tahapan.</p>
<p>Proses awal akan dimulai dari bagaimana sebuah program studi menentukan visi dan misi. Setiap perguruan tinggi membutuhkan arahan dan sasaran pengembangan, dengan visi dan  misi inilah sebuah perguruan tinggi dapat mengembangkan  jati dirinya dan mampunyai kekhasan dan keunggulan. Mejadi teaching university atau research university atau menjadi kedua- duanya.</p>
<p>Langkah kedua adalah menjalin kerjasama dengan kemitaran. Dalam hal ini kita harus proaktif melakukan benchmaking dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui bidang akaemik ataupun non akademik dalam rangka mengali keunggulan dan meningkatkan efisiensi.</p>
<p>Langkah yang ketiga adalah peningkatkatkan akses yang berarti bahwa pendidikan bidan dapat sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat. Dalam hal ini kita para pendidik bidan membekali mahasiswa bidan dengan pendidikan yang berkelanjutan ( continuing education ) dan pendidikan sepanjang hayat ( long life education )</p>
<p>Langkah yang keempat adalah dengan menigkatkan kualitas proses pembelajaran. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh pendidikan bidan adalah mengembangkan konsep- konsep pembelajaran baru yang bersifat komprehensip dan kompetitif  dengan daya kratif yang tinggi. Membahas tentang proses pembelajaran kita tidak terlepas dari sebuah kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan yang bersifat holistik, kurikulum yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan hard skill, melainkan dengan kemampuan soft skill dan succses skill.</p>
<p>Langkah yang kelima adalah penelitian dan layanan masyarakat. Sebuah pendidikan bisa dikatakan mempunyai daya saing yang tinggi apabila memiliki kemampuam mengembangkan penelitian dan mampu memberikan pelayanan pada masyarakat, dua hal ini tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan.</p>
<p>Langkah keenam adalah memperoleh akreditasi dan sertifikasi.  Dua hal ini tentu saja sudah tidak asing bagi setiap perguruan tinggi.  Selaian sebagai penjaminan mutu, juga sebagai pelindung kepentingan masyarakat dan konsekuensi dari akuntabilitas publik.</p>
<p>Langkah ketujuh adalah techer traning. Perubahan perkembangan ilmu dan teknologi pada saat ini sangat pesat, sehingga menuntut mahasiswa mempunyai kompetensi yang searah dengan perkembangan tersebut. Untuk memenuhi kemampuan tersebut, meningkatkan kemampuan seorang dosen menjadi prioritas pertama yang sekaligus menjadi fondasi yang kuat bagi mahasiswa. Salah satu cara dalam meningkatkan kemampuan dosen/ pendidik adalah mengubah paradigma model pembelajaran konvesional dengan metode pembelajaran yang baru. Pembelajaran konvesional yang mengarahkan pada satu arah pada transfer pengetahuan saja menjadi pembelajaran yang mempunyai empat pilar yaitu <em>lerning to know, learning to be, learning to do dan learning to live together</em>. Keempat pilar tersebut akan dikembangkan berama dengan kemampuan daya nalar dan daya analisis.</p>
<p>Langkah kedelapan adalah pendidikan yang tinggi seni. Pendidikan seni mempunyai peran dan fungsi dalam proses mengembangkan pandangan hidup, ketrampilan hidup, dan sikap hidup. Pendidikan seni akan menjadi filter bagi peradaban, yang artinya menjadi penyeimbang  rasionalistis dengan  kehalusan nilai- nilai kemanusian. Mendidik mahasiswa tidak hanya pintar, tetapi mempunyai kepribadian yang berbudaya.</p>
<p>Dan langkah terakhir adalah internasionalisasi dalam program akademik. Kita semua sepakat bahwa internasioanalisasi sebagai dampak era globalisasi, maka dari itu seyogyanya pendidikan bidan merespon dampak tersebut secara terbuka. Oleh karena hal tersebut,  pendidiknan bidan dituntut meningkatkan kualitas, reputasi dan kredibilitas dimata masyarakat nasional maupun internasional. Alternatif yang bisa dilakukan oleh pendidikan bidan adalah menjalin kerjasama dengan pendidikan bidan yang ada diluar negeri serta mengadopsi standart pembelajaran internasional tanpa meninggalkan kepentingan nasional.</p>
<p>Se<em><img class="alignleft size-medium wp-image-871" title="bidan elly" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/11/bidan-elly-242x300.jpg" alt="" width="200" height="248" /></em>mua hal yang terpapar diatas tidak akan terjadi hanya dengan abracadabra. Butuh perenungan, analisa, kerjasama yang solid dan akhirn<em></em>ya membutuhkan realisasi.</p>
<p><em>Perhatikan setiap gejala- gejala, makna- makna, fakta- fakta, kejadian- kejadian, dan perubahan- perubahan agar kita sadar dengan kenyataan kehidupan kita, namun jika kita tidak memperhatikan perubahan – perubahan yang terjadi, maka  kita akan dilibas oleh perubahan tanpa ampun</em> ( ilham )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : Elly Dwi Masita ( Staff Pendidik )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/membangun-daya-saing-dalam-pendidikan-bidan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Pratugas Bidan PTT Menjadi Prasyarat  Masuk Dunia Kerja</title>
		<link>http://mediabidan.com/pelatihan-pratugas-bidan-ptt-menjadi-prasyarat-masuk-dunia-kerja/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/pelatihan-pratugas-bidan-ptt-menjadi-prasyarat-masuk-dunia-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 23:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bapelkes Murnajati Lawang]]></category>
		<category><![CDATA[bidan]]></category>
		<category><![CDATA[bidan ptt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Media Bidan &#8211; Kita ketahui bersama bahwa Bidan sebagai tenaga kesehatan memiliki peran langsung dalam upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/pelatihan-pratugas-bidan-ptt-menjadi-prasyarat-masuk-dunia-kerja/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/Mochamad-Nasir.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-944" title="Mochamad Nasir" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/Mochamad-Nasir.jpg" alt="" width="244" height="335" /></a>Media Bidan</strong> &#8211; Kita ketahui bersama bahwa Bidan sebagai tenaga kesehatan memiliki peran langsung dalam upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak balita serta meningkatkan berperilaku hidup sehat di masyarakat. <span id="more-943"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu pemerintah terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan bidan di seluruh desa di wilayah Indonesia sehingga AKB dan AKI bisa terwujudkan sebagaimana tertuang dalam Mellenium Development Goal’s(MDG’s).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lembaga diklat kesehatan  sesungguhnya  menjadi bagian penting  dalam upaya menyiapkan program pelatihan  seorang bidan memulai memasuki dunia kerja  antara lain pelatihan yang berkualitas yaitu pelatihan yang terakreditasi, baik program pelatihannya, pelatihnya maupun institusi tempat pelatihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelatihan Pratugas bidan merupakan upaya untuk menghasilkan tenaga bidan professional yang bekerja bersama masyarakat dengan selaras dan seimbang. Oleh karena dalam setiap pelatihan pratugas harus jelas tujuannya yaitu setelah mengikuti pelatihan pratugas diharapkan Bidan PTT yang akan memasuki dunia kerja kebidanan diharapkan memiliki kemampuan teknis dan administrasi dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan ibu dan kesehatan anak serta system rujukannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara khusus ada tiga hal yang menjadi fokus perhatian  oleh para bidan baru yaitu pertama yang bersangkutan harus memahami dan menguasai wilayah kerja di desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka menunjang tugas bidan dan ketiga merencanakan, melaksanakan, memantau dan menilai serta melaporkan program kesehatan ibu dan kesehatan anak yang merupakan bagian tugas profesi kebidanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Struktur program pelatihan pratugas bidan dari waktu  ke waktu selalu mendapat perhatian untuk perbaikan , namun kegiatan pelatihan pratugas bidan sampai  dengan periode tahun 2010 berjumlah 70 Jam pelajaran yang terbagi dalam 27 jam pelajaran untuk teori dan 43 jam pelajaran untuk praktek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk tahun berikutnya kemungkinan jam pelajaran akan bertambah sesuai dengan kebutuhan perkembangan pengetahuan dan ketrampilan yang seharusnya dimiliki oleh yang bersangkutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga point besar materi yang diberikan pada pelatihan pratugas bidan mencakup yaitu materi dasar meliputi kebijakan yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB kemudian tugas pokok dan tupoksi bidan PTT ketiga perundang undangan kesehatan termasuk yang berkaitan dengan profesi bidan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Point kedua adalah materi inti materi tentang perencanaan kegiatan KIA dan pemetaan sasaran KIA, tata hubungan kerja bidan di desa, evaluasi program KIA, perencanaan persalinan aman, manajemen input pelayanan KIA-KB, manajemen proses pelayanan KIA-KB, manajemen output pelayanan KIA-KB, pencatatan dan pelaporan program KIA-KB, pengelolaan vaksin di Polindes, keluarga sadar gizi/kadarzi, penggerakan masyarakat, manajemen promosi kesehatan dan komunikasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Point ketiga berupa materi penunjang antara lain dinamika kelompok, upaya peningkatan kinerja  bidan di desa dan seminar RTL/RKO (rencana kerja operasional), cerita pengalaman bidan di desa yaitu kita menghadirkan  bidan teladan  yang akan meceritakan pengalamannya sehingga menjadi idan teladan dan ini diharapkan akan menjadi inspirasi bidan baru untuk meneladani seniornya dan bekerja lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diharapkan dengan materi di atas, bidan baru dimungkinkan lebih siap baik secara fisik maupun mental dalam mengarungi tugasnya sebagai bidan di desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para fasilitator yang telah disiapkan untuk menfasilitasi bidan baru cukup representative  dan kompeten yaitu pejabat dari Dinkes Provinsi, pengelola program ,  dan widyaiswara Bapelkes.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Metode dan proses pembelajaran yang diterapkan agar memberikan manfaatkan yang dapat dirasakan dan peserta dapat mengikuti dengan mudah, adalah penekanan pada upaya yang mendorong peran serta aktif peserta untuk belajar sambil berbuat ( learning by doing ) melalui cara belajar orang dewasa (andragogy)  meliputi curah pendapat, simulasi dan latihan , penugasan dan diskusi kelompok serta ceramah ,tanya jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya bagi bidan PTT yang baru memasuki dunia kerja kami sampaikan selamat dan sampai jumpa di pelatihan pratugas bidan 2012 siapkan fisik dan mental anda untuk mengabdi pada Negara dan bangsamu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Drs.Mochamad Nasir,MKes</span></p>
<p>Widyaiswara Bapelkes Murnajati Lawang Kab.Malang</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/pelatihan-pratugas-bidan-ptt-menjadi-prasyarat-masuk-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Akan Mengalami Surplus Bidan pada 2015</title>
		<link>http://mediabidan.com/indonesia-akan-mengalami-surplus-bidan-pada-2015/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/indonesia-akan-mengalami-surplus-bidan-pada-2015/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 02:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibi]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bidan harni]]></category>
		<category><![CDATA[ibi jatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[Kampus-kampus yang memiliki jurusan kebidanan terus menjamur, sehingga jumlah bidan yang dihasilkan juga makin bertambah. Diperkirakan pada tahun 2015 Indonesia akan mengalami surplus bidan dan sebagian harus dikirim ke luar... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/indonesia-akan-mengalami-surplus-bidan-pada-2015/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-939" title="ibi1" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/ibi1.jpg" alt="" width="251" height="236" />Kampus-kampus yang memiliki jurusan kebidanan terus menjamur, sehingga jumlah bidan yang dihasilkan juga makin bertambah. Diperkirakan pada tahun 2015 Indonesia akan mengalami surplus bidan dan sebagian harus dikirim ke luar negeri.<span id="more-938"></span></p>
<p>Perkiraan ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr Harni Koesno, MKM sebagaimana dilansir Detikcom. Menurut Dr Harni, kebutuhan bidan yang ideal adalah 1 bidan untuk 1.000 warga. Dengan perkiraan populasi Indonesia pada tahun 2012 adalah 250 juta jiwa, maka kebutuhan pada saat itu adalah 250 ribu orang tenaga bidan untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.</p>
<p>Padahal menurut catatan PP IBI, saat ini sudah ada 200-an ribu lulusan kebidanan dan sudah 101 ribu yang terdaftar sebagai anggota PP IBI. Padahal dengan sekitar 726 akademi kebidanan, 3 universitas dengan jurusan S-1 kebidanan dan 2 instansi untuk S-2 maka tiap tahun ada 29 ribu bidan baru. &#8220;Dengan perbandingan tersebut, diperkirakan pada tahun 2015 akan terjadi surplus bidan,&#8221; kata Dr Herni.</p>
<p>Untuk memberdayakan bidan-bidan yang jumlahnya berlimpah itu, Dr Harni telah bekerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) untuk mengirim sebagian bidan ke luar negeri. Salah satu negara yang menjadi tujuan pengiriman adalah Timor Leste.</p>
<p>&#8220;Kemarin kita sudah mengirim 6 bidan ke luar negeri yakni Timor Leste, dan nanti akan menyusul 10 bidan lain ke sana. Pengiriman ke negara lain yaitu Kanada, Australia, Amerika Serikat dan Dubai juga ada tapi mungkin masih nanti,&#8221; kata Dr Harni.</p>
<p>Sementara itu, alumni sekolah bidan di Kalimantan Selatan kini membludak setelah pemerintah Provi<img class="alignright size-full wp-image-940" title="ibi2" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/ibi2.jpg" alt="" width="256" height="293" />nsi Kalimantan Selatan sejak beberapa tahun terakhir mendorong dibukanya jurusan kebidanan untuk fakultas kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosihan Adhani di Banjarmasin, mengatakan, sejak lima tahun terakhir di Kalimantan Selatan banyak berdiri sekolah kebidanan. &#8220;Kini sekolah-sekolah tersebut mulai meluluskan mahasiswa kebidanan yang siap ditempatkan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,&#8221; kata Rosihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banyaknya sekolah kebidanan di Kalsel tersebut didorong adanya kekurangan bidan di daerah ini untuk ditempatkan di seluruh desa di daerah kaya sumber daya alam ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-941" title="ibi3" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/ibi3.jpg" alt="" width="257" height="366" />Kondisi sama juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, pasca adanya registrasi ulang dari pusat, hingga akhir Desember 2011 kemarin mencapai 500 orang lebih. Saat ini, untuk pendataan bidan yang nantinya akan diterbitkan Surat Tanda Registrasi (STR), sudah dikirim ke provinsi untuk pendataan kembali.</p>
<p>Menurut Ketua Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bengkalis Hj Linda, peregistrasian ulang bagi seluruh bidan, terutama bagi bidan yang telah menamatkan pendidikannya dibawah tahun 2011, perlu dilakukan dan harus mengantongi surat registrasi kebidanan. Jika tidak memiliki surat registrasi, maka bidan yang bersangkutan di tahun 2012 ini, diharuskan mengikuti uji kompetensi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/indonesia-akan-mengalami-surplus-bidan-pada-2015/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapakah Seharusnya Ibu Hamil Mengalami Kenaikan Berat Badan?</title>
		<link>http://mediabidan.com/berapakah-seharusnya-ibu-hamil-mengalami-kenaikan-berat-badan/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/berapakah-seharusnya-ibu-hamil-mengalami-kenaikan-berat-badan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 03:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Reni Merta Kusuma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[Pemeriksaan kehamilan sangat penting dan dapat dikatakan wajib dilakukan bagi wanita yang dinyatakan positif hamil. Alasannya, pemeriksaan kehamilan dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan kehamilan itu sendiri, tingkat kesehatan kandungan, kondisi... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/berapakah-seharusnya-ibu-hamil-mengalami-kenaikan-berat-badan/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-935" title="ibuhamil" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/ibuhamil-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" />Pemeriksaan kehamilan sangat penting dan dapat dikatakan wajib dilakukan bagi wanita yang dinyatakan positif hamil. Alasannya, pemeriksaan kehamilan dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan kehamilan itu sendiri, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin dan bahkan penyakit atau kelainan.<span id="more-933"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan konsisten sebanyak 7-11 kunjungan selama kehamilan. Ketentuan tersebut dituliskan oleh <em>Obstetric Evidence Based Guidelines</em> tahun 2007, sedangkan ketentuan WHO menyatakan bahwa kunjungan kehamilan minimal 4 kali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan kehamilan berjumlah 4 kali dimaksudkan agar ibu hamil setidaknya memeriksakan diri 1 kali pada trimester pertama, 1 kali di trimester ke-2 dan 2 kali kunjungan di trimester ke-3. Rekomendasi WHO ini diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Namun kenyataan masih ada ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan diri selama kehamilannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masa kehamilan pada umumnya dapat membuat beberapa perubahan pada wanita, diantaranya adalah peningkatan berat badan. Perubahan berat badan wanita pada masa kehamilan harus terus dipantau agar tidak berdampak patologis, seperti terjadinya bayi makrosomia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian juga sebaliknya, perubahan berat badan wanita hamil yang tidak signifikan atau tidak mengalami perubahan yang berarti juga dapat menyebabkan dampak negatif bagi pertumbuhan janin di dalam rahim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perubahan Berat Badan pada Masa Kehamilan</strong><strong></strong></p>
<p>Berat badan ideal calon ibu saat akan mulai hamil, yaitu antara 45-65 kg. Wanita yang berat badannya kurang dari 45 kg sebaiknya dinaikkan dulu sampai 45 kg sebelum hamil. Demikian juga dengan wanita yang berat badannya lebih dari 65 kg sebaiknya berat badannya diturunkan dulu sampai 65 kg sebelum hamil.</p>
<p>Penambahan berat badan ibu hamil juga dapat dihitung dari <em>Body Mass Index</em> (BMI). Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) dapat digunakan untuk menentukan BMI dalam kg/m2 yang dilakukan pada saat awal kehamilan. Hasil penghitungan BMI dapat dipakai untuk menentukan kategori berat seorang wanita.</p>
<p>Wanita dengan obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes, distosia bahu, dan SC, bayi yang dilahirkannya juga dapat mengalami peningkatan berat badan sehingga potensial menjadi makrosomia. Wanita yang sangat kurus dengan berat badan &lt; 50 kg meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah.</p>
<p>Kenaikan optimal berat badan wanita hamil adalah 11-16 kg dengan berat dan tinggi badan rata-rata. Ibu hamil sebaiknya mengupayakan diri untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi setiap hari dan sebaiknya menghindari pantang makanan karena setiap kalori sangat berarti bagi pertumbuhan janin.</p>
<p>Penambahan berat badan ibu hamil sebaiknya disesuaikan dengan BMI, seperti pada tabel di bawah ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Berat Badan yang dianjurkan pada masa kehamilan</strong></p>
<table width="100%" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div align="center">
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="293">
<p align="center"><strong>Profil</strong></p>
</td>
<td width="260">
<p align="center"><strong>Pertambahan berat badan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="293">Berat badan normal (BMI: 18.5-24.9)</td>
<td width="260">11.5 &#8211; 16.0 kg (25 &#8211; 35 lb)</td>
</tr>
<tr>
<td width="293">Berat badan rendah (BMI: &lt;18.5)</td>
<td width="260">12.5 &#8211; 18.0 kg (28 &#8211; 40 lb)</td>
</tr>
<tr>
<td width="293">Berusia dibawah 19 tahun</td>
<td width="260">12.5 &#8211; 18.0 kg (28 &#8211; 40 lb)</td>
</tr>
<tr>
<td width="293">Kelebihan berat badan (BMI: 25-29.9)</td>
<td width="260">7.0 &#8211; 11.5 kg (15 &#8211; 25 lb)</td>
</tr>
<tr>
<td width="293">Obese (BMI: 30-39.9)</td>
<td width="260">6.8 kg (setidaknya 15 lb)</td>
</tr>
<tr>
<td width="293">Hamil bayi kembar</td>
<td width="260">16.0 &#8211; 20.5 kg (35 &#8211; 45 lb)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Catatan: Skor BMI berdasarkan <em>Obstetric Evidance Based Guidelines</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komposisi penambahan berat badan selama masa kehamilan hampir seluruhnya terjadi pada dua trimester  akhir. Trimester pertama kebanyakan wanita mengalami  kenaikan berat badan sebesar 1-2 kg (2.2–4.4 lb). Berat badan ini akan meningkat terus secara teratur sekitar 400 g (0.9 lb) per minggu sampai mencapai 10 lb pada minggu ke-20. Usia kehamilan 30 minggu berat badan wanita bisa mencapai 19 lb dan pada akhir kehamilan berat badannya mencapai 27 lb.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dampak Kenaikan Berat Badan Selama Masa Kehamilan </strong></p>
<p>Kenaikan berat badan selama kehamilan dapat mempengaruhi beberapa aspek kesehatan baik  ibu maupun janinnya. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi berat lahir bayi, bisa saja bayi mengalami berat badan lahir berlebih (&gt; 4000 gram) atau berat badan lahir rendah (&lt; 2500 gram).</p>
<p>Bayi dengan berat lahir rendah akan menghadapi masalah sehubungan dengan berat badannya yang kurang, seperti terganggu perkembangan dan kecerdasan bayi, kesehatan fisik yang juga kurang baik. Sebaliknya juga dengan bayi yang memiliki berat lahir berlebih dapat menyulitkan pada saat kehamilan dan terutama pada persalinan.</p>
<p>Ibu hamil dengan berat badan berlebih dapat menyebabkan perdarahan dan pre-eklampsia. Gejala muncul berasal dari hasil penghitungan BMI berkategori <em>overweight</em>/ kelebihan berat badan dan kemudian akan disusul dengan peningkatan tekanan darah, odema pada kaki, bermasalah pada ginjal, dan akhirnya dapat terjadi pre-eklampsia.</p>
<p>Kenaikan berat badan yang lebihan dan atau dalam durasi yang sangat cepat memicu munculnya pre-eklampsia atau diabetes. Odema yang terjadi juga dapat mengganggu pertumbuhan janin karena pengiriman O<sub>2</sub> dan nutrisi kepada janin bisa berkurang sebab ditemukan penyempitan pembuluh darah.</p>
<p>Di akhir kehamilan terjadi resisten insulin meningkat dan masuk ke dalam tubuh janin bersama dengan makanan. Sebagian besar kenaikan berat badan selama kehamilan dapat meningkatkan fluksus asam amino ibu, glukosa, asam lemak bebas, dan trigliserida dari ibu ke janin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena itu, pemantauan kenaikan berat badan wanita hamil salah satu cara menginterpretasikan kesehatan janin dalam kandungan. Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan dapat membawa dampak negatif bagi pertumbuhan janin, demikian sebaliknya jika tidak terjadi peningkatan berat badan sesuai dengan rekomendasi. Untuk itu, pelaksanaan pemeriksaan selama kehamilan sangat penting bagi setiap wanita yang telah dinyatakan positif hamil.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-934" title="fotoF3b3 (2)" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/fotoF3b3-2.jpg" alt="" width="128" height="179" /></p>
<p>Penulis : Reni Merta Kusuma (Mahasiswa Magister Kebidanan Universitas Padjadjaran Bandung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/berapakah-seharusnya-ibu-hamil-mengalami-kenaikan-berat-badan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juknis Jampersal 2012 Telah Terbit</title>
		<link>http://mediabidan.com/juknis-jampersal-2012-telah-terbit/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/juknis-jampersal-2012-telah-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 06:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<category><![CDATA[jampersal]]></category>
		<category><![CDATA[juknis jampersal]]></category>
		<category><![CDATA[menkes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Kesehatan telah menandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan pada akhir Desember 2011 lalu. Dengan demikian secara resmi Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan (Juknis Jampersal)... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/juknis-jampersal-2012-telah-terbit/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><img class="alignleft size-full wp-image-560" title="jampersal" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/03/jampersal.jpg" alt="" width="300" height="205" />Menteri Kesehatan telah menandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan pada akhir Desember 2011 lalu.<span id="more-930"></span></p>
<p>Dengan demikian secara resmi Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan (Juknis Jampersal) Tahun 2012 telah diterbitkan dan kegiatan Jampersal telah siap dilaksanakan per 1 Januari 2012. (file Juknis Jampersal 2012 dapat diunduh pada website <a href="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/02/Juknis-Jampersal-2012.pdf">mediabidan.com</a>).</p>
<p>Secara umum ketentuan dan skema Jampersal pada tahun 2012 tidak jauh berbeda dengan tahun 2011. Beberapa hal yang menjadi catatan pada pelaksanaan Jampersal tahun 2011 menjadi perhatian dan telah diupayakan untuk dilakukan pembenahan.</p>
<p>Terdapat beberapa pembenahan pada skema Jampersal tahun 2012 ini, di antaranya:</p>
<p>•             Perluasan pelayanan kesehatan yang dijamin</p>
<p>•             Peningkatan besaran tarif pelayanan yang ditanggung</p>
<p>•             Pembenahan pada pengorganisasian di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota</p>
<p>•             Mekanisme pengelolaan keuangan/dana baik di tingkat dasar maupun tingkat lanjutan</p>
<p>Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa Jampersal merupakan paket pelayanan termasuk di dalamnya pelayanan KB pasca persalinan. Sehingga setiap pasien penerima manfaat Jampersal, setelah melahirkan harus mengikuti program KB pasca persalinan. Dengan demikian, program Jampersal ini akan sejalan dengan program KB.</p>
<p>Dengan dukungan Jampersal diharapkan makin mengurangi hambatan finansial (financial barrier) yang dihadapi masyarakat yang selama ini tidak memiliki jaminan pembiayaan persalinan, agar mereka dapat mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, dalam upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia. (<strong>mas/mas</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/juknis-jampersal-2012-telah-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Citra Idol Bagi-bagi Bra</title>
		<link>http://mediabidan.com/citra-idol-bagi-bagi-bra/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/citra-idol-bagi-bagi-bra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 00:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[citra Idol]]></category>
		<category><![CDATA[ibi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[RS IBI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[Media Bidan &#8211; Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI di jalan Raya Dupak 15A Surabaya mendadak gaduh pada Rabu 12 Januari 2012. Bukan karena panik atau posisi gawat darurat lainnya,... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/citra-idol-bagi-bagi-bra/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-926" title="citra_idol" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2012/01/citra_idol-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Media Bidan &#8211; Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI di jalan Raya Dupak 15A Surabaya mendadak gaduh pada Rabu 12 Januari 2012. Bukan karena panik atau posisi gawat darurat lainnya, tapi karena kedatangan Citra Skolastika.<br />
<span id="more-925"></span><br />
Finalis Indonesia Idol dan pelantun hits Everybody Knew ini melakukan aksi sosial berupa pemberian bingkisan yang berisikan perlengkapan mandi bayi, seperti sabun dan shampoo. Juga ada body lotion, handuk dan bra khusus untuk menyusui.</p>
<p>Pemberian bingkisan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap perjuangan kaum ibu. Karena mereka telah menjaga kandungan dan mempertaruhkan nyawa pada saat proses persalinan.</p>
<p>Pemberian bingkisan berupa bra untuk menyusui merupakan bentuk ajakan pada para ibu agar bersedia memberikan Air Susu Ibu (ASI) pada buah hati yang baru saja dilahirkannya tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Citra juga sempat menyumbang nama “Bintang” pada bayi Satria, anak dari pasangan Purwohadi (30) dan Manik Sari (29). “Iiihhhh&#8230;lucu deh. Cakep anaknya,” kata Citra pada Manik yang masih terlihat lemah pasca persalinan.</p>
<p>Perasaan kaget dan bahagia juga tersirat pada wajah Mamik (41) yang baru 10 Januari lalu melahirkan anak ketiga dengan panjang 49 cm dan berat 3800 gram. Dengan kondisi berbaring karena masih lemas pasca persalinan caesar, Mamik yang tinggal dikawasan Manukan Lor ini mengaku juga mengidolakan sosok Citra.</p>
<p>“Ya sudah, putrinya diberi nama Citra saja, Bu,” celetuk Bidan Vita Amd.Keb, Kepala Bidang Pelayanan RS IBI Dupak yang turut mendampingi.</p>
<p>Mamik bersama suami Tri Putro Utomo (41) sendiri masih kesulitan memberi nama anak perempuan satu-satunya tersebut. “Untuk sementara, masih diberi nama Mutiara,” ujar Mamik yang sebelumnya sudah mempunyai 2 putra, Dio Eo Putro Rahardjo (13) dan Diva Damar Putra Satria (9). <strong>(mas)</strong></p>
<p>Teks Foto : Didampingi staf dan bidan RS IBI Dupak, Citra “Idol” memberanikan diri menggendong bayi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/citra-idol-bagi-bagi-bra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaji Bidan Rp 5 Juta/Bulan, Mau?</title>
		<link>http://mediabidan.com/gaji-bidan-rp-5-jutabulan-mau/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/gaji-bidan-rp-5-jutabulan-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 05:03:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bidan]]></category>
		<category><![CDATA[depkes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda berusia 25-35 tahun per 31 Desember 2011 dan sudah memiliki ijazah pendidikan minimal DIII Kebidanan? Jika ya, maka anda bisa mendaftar sebagai bidan dengan gaji USD 600/bulan atau... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/gaji-bidan-rp-5-jutabulan-mau/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/03/bidan-praktik.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-575" title="bidan-praktik" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/03/bidan-praktik-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Apakah anda berusia 25-35 tahun per 31 Desember 2011 dan sudah memiliki ijazah pendidikan minimal DIII Kebidanan? Jika ya, maka anda bisa mendaftar sebagai bidan dengan gaji USD 600/bulan atau sekira Rp 5.100.000/bulan.<br />
<span id="more-922"></span></p>
<p>Informasi yang didapat mediabidan dari website resmi Kementrian Kesehatan RI menyebutkan berdasarkan MoU antar pemerintah Indonesia dan pemerintah Timor Leste, akan dilaksanakan penempatan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Bidan ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dalam Program Government to Government (G to G) tahun 2012.</p>
<p>Calon TKI Bidan harus melengkapi persyaratan, yaitu: Berusia 25-35 tahun per 31 Desember 2011; Fotocopy KTP; Fotocopy Paspor (sekurang-kurangnya masih berlaku 1 tahun); Fotocopy Kartu Pencari Kerja yang dilegalisir dengan cap basah atau embose; Fotocopy ijazah pendidikan minimal DIII Kebidanan yang dilegalisir oleh Lembaga Pendidikan kebidanan dengan cap basah; Fotocopy transkrip nilai yang dilegalisir dengan cap basah; Fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR) dari Kementerian Kesehatan yang dilegalisir dengan cap basah.</p>
<p>Selain itu juga mencantumkan fotocopy Surat Pengalaman Kerja sebagai bidan sekurang-kurangnya 1 tahun (dapat dikumulatifkan) sampai dengan 31 Desember 2011 yang dilegalisir dengan cap basah; Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dan masih berlaku; Keterangan Medical Check Up (MCU) asli dengan hasil fit, dan untuk perempuan tidak dalam keadaan hamil; Pas foto terbaru (latar belakang biru) dengan ukuran 3&#215;4 cm sebanyak delapan lembar; Tidak pernah bertato dan tidak pernah bertindik.</p>
<p>Berkas lamaran dimasukkan dalam softmap warna hijau. Di bagian halaman muka, dituliskan nama, alamat, nomor telepon yang mudah dihubungi dan alamat e-mail (diperlukan saat proses matching). Berkas lamaran disampaikan langsung ke tempat pendaftaran di Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan (Pusrengun SDMK) Kementerian Kesehatan RI, di Jalan Hang Jebat III/F3 Lantai 6 ruang 604 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Telepon (021) 7258606, Faksimili (021) 7258618.</p>
<p>Pendaftaran dilakukan dengan mengisi formulir pendaftaran secara langsung di tempat pendaftaran, sejak tanggal 5-30 Desember 2011. Informasi lebih lanjut, dapat diakses melalui website www.bppsdmk.depkes.go.id.</p>
<p>Berkas yang diterima adalah berkas lamaran yang lengkap dan memenuhi persyaratan, untuk selanjutnya disampaikan kepada Direktorat Pelayanan Penempatan Pemerintah, Deputi Bidang Penempatan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).</p>
<p>Tahapan yang akan dilalui calon TKI Bidan, dimulai dari proses pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi teknis melalui uji kompetensi bidan yang dilakukan oleh badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, Medical Check Up di Rumah Sakit yang ditentukan, wawancara dengan pihak RDTL, dan pembekalan akhir pemberangkatan oleh BNP2TKI.</p>
<p>Fasilitas yang akan diterima oleh TKI Bidan, yaitu gaji sebesar USD 600/bulan; jam kerja selama 8 (delapan) jam/hari; jam istirahat diantara waktu kerja selama 1 (satu) jam/hari; hak cuti tahunan selama 20 hari/tahun; biaya akomodasi, transportasi dan makan; perlindungan asuransi kesehatan, kecelakaan, kematian dan PHK; kompensasi untuk pelayanan yang terkait dengan sakit atau kecelakaan serat kematian; dan perlindungan keamanan.(<strong>mas/mas</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/gaji-bidan-rp-5-jutabulan-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pil KB Pria, Turunkan Kesuburan Tapi Tingkatkan Libido</title>
		<link>http://mediabidan.com/pil-kb-pria-turunkan-kesuburan-tapi-tingkatkan-libido/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/pil-kb-pria-turunkan-kesuburan-tapi-tingkatkan-libido/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 00:23:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Med Info]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[bambang parjogo]]></category>
		<category><![CDATA[kb]]></category>
		<category><![CDATA[pil]]></category>
		<category><![CDATA[pil kb pria]]></category>
		<category><![CDATA[unair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Media Bidan &#8211; Pilihan alat kontrasepsi untuk pria kini tak hanya kondom dan vasektomi saja. Ini setelah Prof Dr Bambang Prajogo dari Universitas Airlangga menemukan racikan jitu berbentuk pil KB... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/pil-kb-pria-turunkan-kesuburan-tapi-tingkatkan-libido/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-917" title="BambangPrajogo" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/12/BambangPrajogo.jpg" alt="" width="172" height="171" />Media Bidan</strong> &#8211; Pilihan alat kontrasepsi untuk pria kini tak hanya kondom dan vasektomi saja. Ini setelah Prof Dr Bambang Prajogo dari Universitas Airlangga menemukan racikan jitu berbentuk pil KB untuk pria.<span id="more-916"></span></p>
<p>Setelah melakukan penelitian mulai dari tahun 1987, pria yang telah dikukuhkan menjadi Guru Besar Unair ke-112 ini akhirnya berhasil menyelesaikan penelitian terkait kapsul untuk menurunkan kesuburan pria ini.</p>
<p>“Bahan baku yang digunakan untuk menurunkan kesuburan pria ini adalah tanaman justicia gendarussa yang berasal dari pedalaman Papua. Saya meneliti ini karena ada adat dari Papua yang agak unik,” terang Bambang.</p>
<p>Penelitian itu dimulai saat dia mendapat informasi di pedalaman Papua terdapat sebuah adat yang mengharuskan mempelai pria yang belum mampu membayar mahar untuk meminum air rebusan tanaman justicia gendarussa. &#8220;Adat ini bertujuan supaya pasangan yang baru menikah tersebut tidak memiliki keturunan terlebih dahulu,” ungkap Arek Suroboyo kelahiran 17 Desember 1956.</p>
<p>Bapak tiga anak ini kemudian ingin membuktikan secara ilmiah, apakah obat tersebut memang punya khasiat seperti itu atau tidak. Lantas ia pun mulai melakukan penelitian.  Pada fase pertama penelitiannya, dia melibatkan 36 subyek sehat dan subur. Setelah itu, baru melipatkan gandakan obyek penelitian menjadi 120 pasangan usia subur (PUS).</p>
<p>Dari hasil uji klinik tersebut, ternyata 100 persen memiliki hasil maksimal. Tidak terjadi kehamilan pada si wanita. “ Dalam uji coba ketiga ini saya telah mengujikan hasil temuannya kepada sekira 350 pasangan muda subur. Proses uji coba ini masih berjalan dan sebentar lagi akan mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.</p>
<p>Diungkapkan Bambang untuk membuat kapsul dibutuhkan waktu yang sangat lama. Bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi membutuhkan waktu puluhan tahun karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Mulai mencari bahan, memproses secara ilmiah yang benar-benar steril, hingga pengujian di masyarakat. Dalam uji coba itu, pasangan muda harus minum kapsul setiap hari sekali selama 30 hari,” terangnya.</p>
<p>Serangkaian penelitian panjang selama bertahun-tahun ini memang benar-benar membuktikan ekstrak daun gandarusa sudah terbukti efektif untuk mencegah kehamilan bagi sang istri. “Meski berhubungan dengan pasangan, dengan mengonsumsi pil KB pria ini secara teratur kelahiran bica dicegah. Bahkan para pria yang merupakan akseptor KB tersebut mengaku makin jantan,” terang ahli farmasi sekaligus pencetus ide awal Pil KB Pria.</p>
<p>Saat ini proses pengembangan itu sudah selesai, sehingga 2012 diperkirakan pil KB pria pertama di dunia ini bisa dikonsumsi oleh masyarakat.</p>
<p>Yang menarik, karena dari penelitian didapati penggunaan pil KB khusus pria ini tak akan mengakibatkan menurunnya gairah seks. Bambang mengharapkan tidak ada penyalahgunaan untuk hal-hal yang tidak semestinya. “Pria yang mengonsumsinya dijamin tetap bisa melakukan rutinitas pemenuhan kebutuhan batinnya, tanpa takut pasangannya mengalami kehamilan. Jadi tak perlu takut. Hanya saja yang perlu dicatat adalah  jika benar ini sudah diedarkan jangan sampai disalah gunakan,” harapnya.</p>
<p>Menurutnya potensi tanaman obat Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan untuk penemuan obat baru. Hal ini didukung keanekaragaman hayati, antara lain 15,3% diantaranya terdapat di Indonesia. Dalam masalah tanaman, Indonesia bahkan berada di urutan kedua setelah Brasil, terdapat 30.000 jenis termasuk tanaman berbunga, 7.000 jenis termasuk tanaman obat, serta 1000 jenis telah diidentifikasi mempunyai khasiat pengobatan. <strong>(irm/mas)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/pil-kb-pria-turunkan-kesuburan-tapi-tingkatkan-libido/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah 4 Kota di Jatim Dengan Penderita Diabetes Terbanyak</title>
		<link>http://mediabidan.com/inilah-4-kota-di-jatim-dengan-penderita-diabetes-terbanyak/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/inilah-4-kota-di-jatim-dengan-penderita-diabetes-terbanyak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 22:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes jatim]]></category>
		<category><![CDATA[dm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Media Bidan &#8211; Data Dinas Kesehatan Jatim menunjukkan angka penderita kencing manis (Latin = diabetes mellitus) di Jatim ternyata tidak signifikan, meski tidak bisa dikatakan rendah. Karena Diabetes Mellitus (DM)... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/inilah-4-kota-di-jatim-dengan-penderita-diabetes-terbanyak/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-913" title="diabetes-mellitus" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/11/diabetes-mellitus.png" alt="" width="240" height="240" />Media Bidan</strong> &#8211; Data Dinas Kesehatan Jatim menunjukkan angka penderita kencing manis (Latin = diabetes mellitus) di Jatim ternyata tidak signifikan, meski tidak bisa dikatakan rendah. Karena Diabetes Mellitus (DM) hanya menempati posisi ke 7 dari 10 penyakit terbanyak di Jatim. <span id="more-912"></span></p>
<p>DM kalah dengan infeksi saluran pernafasan (Ispa) yang menempati peringkat pertama, disusul diare, penyakit menular seperti demam berdarah juga difteri, penyakit kulit, penyakit lambung dan jantung (kardiovaskuler).</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Drs. Mudjib Affan, MARS membenarkan angka penderita DM di Jatim memang hanya peringkat 7 dari 10 penyakit terbanyak atau hanya sekitar 69.018 kasus dari 37 juta jumlah penduduk Jatim.</p>
<p>“Namun bukan berarti tidak menjadi perhatian sebab setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Apalagi saat ini jumlah penyandang diabetes berusia di bawah usia 15 tahun semakin meningkat yaitu sebanyak 1,2 persen. Tak hanya itu, 20 %  jumlah penderita prediabetes yang dalam usia produktif juga terus naik,” ujarnya saat ditemui di kantornya.</p>
<p>Daerah yang mempunyai angka DM tinggi yaitu Surabaya yang berada di peringkat pertama dengan 14.377 kasus per tahun, disusul Bangkalan 5.388 kasus, Malang 7.534 kasus, dan Lamongan 4.138 kasus.</p>
<p>“ Meningkatnya jumlah penderita DM paling banyak disebabkan karena gaya hidup dan pola makan masyarakat yang tidak sehat. Sedangkan angka DM karena genetik angkanya tak lebih dari 25 %” tuturnya.(<strong>irm/mas</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/inilah-4-kota-di-jatim-dengan-penderita-diabetes-terbanyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Produktif, Perempuan Rentan Depresi</title>
		<link>http://mediabidan.com/masa-produktif-perempuan-rentan-depresi/</link>
		<comments>http://mediabidan.com/masa-produktif-perempuan-rentan-depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 03:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Indeks]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mediabidan.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Media Bidan - Depresi rentan terjadi pada perempuan terutama di masa reproduktif atau pubertas. Kondisi ini terjadi karena dalam masa reproduktif hormon estrogen pada perempuan seringkali fluktuatif sehingga menyebabkan resiko... <a class="meta-more" href="http://mediabidan.com/masa-produktif-perempuan-rentan-depresi/">baca <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-910" title="depresi" src="http://mediabidan.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Media Bidan </strong>- Depresi rentan terjadi pada perempuan terutama di masa reproduktif atau pubertas. Kondisi ini terjadi karena dalam masa reproduktif hormon estrogen pada perempuan seringkali fluktuatif sehingga menyebabkan resiko depresi pada perempuan dua kali lebih tinggi daripada laki-laki.<span id="more-909"></span></p>
<p>Ketua Seksi Psikiatri Persatuan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia (PDSKJI) Nalini Muhdi membenarkan perempuan memang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental karena secara statistik perempuan di masa kehidupannya sejak fase pertama kali mens (menarche) sampai nanti setelah menopause akan cukup sering berkaitan dengan masalah mood terkait dengan fluktuatif hormonal.</p>
<p>“Tiga hal yang nyata berkaitan dengan gangguan emosional perempuan dan perubahan fungsi reproduksinya yaitu di siklus menstruasi, periode kehamilan serta setahun sesudah melahirkan dan di sekitar usia peri-menopause,” ujarnya kepada wartawan akhir November lalu.</p>
<p>Lanjut Nalini, hal ini juga yang membuat pasca melahirkan perempuan rentan melakukan kekerasan fisik kepada orang lain maupun dirinya sendiri. Bahkan kekerasan yang dilakukan bisa sampai menghilangkan nyawa.</p>
<p>&#8220;Periode kekerasan itu terjadi mulai masa kehamilan dan satu tahun pasca melahirkan. Bentuk kekerasaan bisa berupa upaya bunuh diri dan membunuh anaknya sendiri. Perempuan pelaku bunuh diri maupun pembunuh anaknya,rata- rata baru melahirkan maksimal setahun,” bebernya. (<strong>irm/mas</strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mediabidan.com/masa-produktif-perempuan-rentan-depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
